Sabtu, 11 April 2015

Pilihan menuju kebaikan

Melakukan suatu pemilihan merupakan sesuatu yang harus dilakukan seseorang dalam segala hal. Mulai membuka mata dari tidur hingga terpejamnya, entah berapa pilihan laku yang harus ditentukan. Dari pilihan-pilihan yang berakibat kecil hingga yang berdampak besar, memilih yang baik dan bukan sebaliknya merupakan hal yang didambakan oleh semua orang.


Dalam kehidupan ada pilihan-pilihan besar yang nantinya akan menyebar dampaknya ke depan seperti jodoh, studi, karir, dsb. Menentukan pilihan untuk hal-hal ini tentu tidak bisa dengan sembarangan tapi memerlukan banyak pertimbangan. Tetapi sebagai makhluk, pertimbangan yang menjadi dasar untuk memutuskan seringkali masih kurang, karena ruang dan waktu menjadi batasan.

Sudah ada tuntunan bagaimana melakukan pemilihan yang didasarkan terhadap petunjuk dari sang kholiq yang tidak memiliki batasan, yaitu dengan melakukan istikhoroh. Salah satu bagian dari proses ini adalah dengan menjiwai doa istikhoroh untuk pilihannya. Apabila diselisik doa ini dapat dibagi dalam tiga bagian:

Pertama: pengakuan seorang makhluk bahwa dirinya tidak memiliki kemampuan dalam menetapkan dan pengetahuan yang sejati dalam memutuskan.
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ

Kedua: permintaan terhadap sang pencipta untuk menentukan pilihan yang terbaik dan bantuan dalam menjalaninya.
. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ

Ketiga: permintaan kepada sang pencipta untuk menjauhkan pilihan yang tidak baik dan menetapkan apa yang sekiranya menjadi kebaikan di mana saja, dan memohon keridloan untuknya.
وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ

Tiga komponen tersebut merupakan ikhtiar untuk meminta penunjukan jalan yang baik. Karena berada pada persimpangan jalan kehidupan adalah suatu hal yang tidak mudah, banyak pertimbangan yang sering membuat bimbang serta merisaukan hati dan pikiran. Jalur yang ada dan harus dilalui meskipun sudah terlihat baik belum tentu memberikan kebaikan begitu pula sebaliknya.

Bila dianalogikan dengan peta dan dunia nyata bisa saja terlihat jalan yang besar dan lurus pada suatu peta, tapi saat melintasinya ternyata penuh dengan lubang menganga yang membahayakan. Sebaliknya, bisa juga terbaca jalur yang kecil dan berkelok pada gambaran tapi ternyata setelah dititi jalannya sangat halus dengan kelokan yang leluasa.

Semoga kita semua yang sedang menghadapi percabangan pilihan dapat memilih yang terbaik dan senantiasa mendapatkan bimbingan dalam mencari jalan yang berujung kepada keberkahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar