Dalam kehidupan ada pilihan-pilihan besar yang nantinya akan menyebar dampaknya ke depan seperti jodoh, studi, karir, dsb. Menentukan pilihan untuk hal-hal ini tentu tidak bisa dengan sembarangan tapi memerlukan banyak pertimbangan. Tetapi sebagai makhluk, pertimbangan yang menjadi dasar untuk memutuskan seringkali masih kurang, karena ruang dan waktu menjadi batasan.
Sudah ada tuntunan bagaimana melakukan pemilihan yang didasarkan terhadap petunjuk dari sang kholiq yang tidak memiliki batasan, yaitu dengan melakukan istikhoroh. Salah satu bagian dari proses ini adalah dengan menjiwai doa istikhoroh untuk pilihannya. Apabila diselisik doa ini dapat dibagi dalam tiga bagian:
Pertama: pengakuan seorang makhluk bahwa dirinya tidak memiliki kemampuan dalam menetapkan dan pengetahuan yang sejati dalam memutuskan.
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ
. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ
وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ
Bila dianalogikan dengan peta dan dunia nyata bisa saja terlihat jalan yang besar dan lurus pada suatu peta, tapi saat melintasinya ternyata penuh dengan lubang menganga yang membahayakan. Sebaliknya, bisa juga terbaca jalur yang kecil dan berkelok pada gambaran tapi ternyata setelah dititi jalannya sangat halus dengan kelokan yang leluasa.
Semoga kita semua yang sedang menghadapi percabangan pilihan dapat memilih yang terbaik dan senantiasa mendapatkan bimbingan dalam mencari jalan yang berujung kepada keberkahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar