Akal pikiran merupakan anugrah dari tuhan, anugrah yang seringkali dilupakan. Setiap orang memilikinya dan dapat membedakan yang baik serta yang buruk dengan pikirannya. Setiap orang juga pasti memiliki pola yang berbeda dalam menggunakannya.
Pikiran seseorang dapat mengejawantah dalam berbagai bentuk, mulai dari perilaku, gagasan, tulisan, cakapan, dll. Tidak ada yang sama dalam setiap apa yang dihasilkan, karena pikiran itu unik yang tak bisa disamakan. Mungkin terkadang ada persamaan dalam tafsiran tapi tidak mungkin secara keseluruhan.
Disini saya membuat tulisan hasil proses tafsiran saya sendiri akan proses kehidupan dan pelajaran yang pernah saya pelajari dan jalani. Proses tafsiran yang saya olah dengan pikiran saya yang terbatas. Mungkin salah atau bisa sebaliknya tapi sejatinya yang saya inginkan adalah jalan yang menuju kebenaran.
Ada yang bertanya dan berkomentar kenapa yang saya tulis menggunakan bahasa yang tinggi atau seakan menunjukkan kalau saya orang yang mulia. Dalam tulisan ini mungkin sedikit saya tegaskan bahwa saya masih sangat jauh dari kebaikan yang saya inginkan. Yang saya tuliskan adalah hal-hal kebaikan yang ingin saya capai dalam kehidupan. Saya sendiri belum paripurna dalam menjalankannya.
Sering saya menyulam kata yang saya dapat dari berbagai wacana, pula ada yang saya olah dari pemahaman saya. Sehingga terkadang apa yang saya tulis akan sedikit sulit dipahamai bahkan oleh saya sendiri. Tulisan saya adalah proses saya dalam memahami kehidupan dan bagaimana meniti jalan yang menuju kebaikan.
Sebenarnya agak kurang tepat apabila menyebut kata-kata yang saya rangkai sebagai tulisan. Karena tulisan bagi saya adalah karya yang mengalamai proses pembuatan konsep, perbaikan, umpan-balik dari orang lain, lalu perbaikan lagi, hingga akhirnya diterbitkan dalam medianya. Sedangkan pikiran yang sering saya tuangkan sebagian besar tidak melalui proses-proses tersebut. Jadi tidak salah saat ada seorang sahabat yang mengatakan saya ini kebanyakan omong kosong, atau dalam bahasa jawa "nggedabrus".
Tapi saya selalu berusaha agar "nggedabrus" saya ini selalu dalam kebaikan. Pun bila tidak dapat, saya berharap tidak sampai membuat sesuatu yang menyakitkan. Harapan sejati saya adalah suatu saat "nggedabrus-nggedabrus" ini dapat bermanfaat paling tidak untuk diri saya pribadi, meski bila orang lain mendapatkan manfaat saya juga akan sangat senang sekali.
Mungkin hal tersebut terkesan sedikit egois tapi itulah kenyataanya. Tidak mungkin saya memberikan kemanfaatan kepada semua orang yang ada, sehingga keutamaan dari tulisan saya adalah pengejawantahan pikiran saya dalam menghadapi kehidupan. Pengejawantahan yang nantinya akan saya gunakan sebagai peta untuk menelusuri perjalanan ke depan dan napak tilas ke belakang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar