Sebagai pengendara bermotor saya kerap disapa oleh malaikat Izrail. Beliau menyapa dengan berbagai cara, mulai dari truk-truk bongsor penguasa jalanan, bus-bus yang suka kentut mengaburkan pandangan dan menyesakkan dada, serta berbagai macam sapaan yang lain.
Syukur belum pernah diajak 'cangkrukan' oleh beliau, karena kalau sudah diajak tidak bisa menolak. Itu pun biasanya langsung ditinggal, lalu ditemani oleh malaikat Munkar dan Nakir. Saat bon catatan malaikat roqib banyak yang surplus, ya bisa santai dan nikmat, tapi kalau pas sebaliknya bisa sengsara.
Selesainya pun juga agak lama, kalau sudah di'semprit' malaikat Isrofil baru bubar.
Minggu kemarin kakak ipar saya mengalami laka dijalan, syukur hanya 'babras' sedikit. Kalau sudah mengalami hal seperti ini mungkin bukan disapa lagi tapi sudah dipanggil-panggil atau 'di-awe' kata orang jawa.
Sapaan malaikat Izrail antara 2012 dan 2014 sering saya dapatkan. Waktu-waktu ini adalah saat saya melanjutkan studi magister di ITS, pula saat saya harus sering pulang ke Jombang karena kewajiban mengabdi setelah menikmati beasiswa pada tahap sarjana saya dulu. Syukur saat-saat intensitas perjalanan tinggi ini saya tidak pernah 'di-awe' oleh malaikat Izroil.
Dalam berkendara saya biasa melisankan bacaan yang biasa diajarkan dulu-dulu, tetapi sebagai mahasiswa yang lama di surabaya saat disapa malaikat Izroil kadang biasa keluar kata lain yang biasa didendangkan oleh penutur bahasa jawa saat khilaf. Saat itu lalu terasa sesal dan kesal atas ucapan yang keluar.
Sebenarnya sejak dari RA/MI/MTS/Pondok sudah diajari berbagai 'standard operating procedure' (SOP) bagaimana seharusnya laku dari mulai keluar rumah sampai kembali pulang. SOP ini meliputi laku fisik, lafalan, dan batin. Tapi dasar malas atau apa, SOP yang sudah dipelajari itu sering tidak dilakukan. Padahal kalau dilakukan sesuai standar insyaallah malaikat Izroil akan malas mengajak 'cangkrukan', jangankan mengajak mungkin menyapa saja juga 'aras-arasen'.
Saatnya belajar lagi SOP yang baik dan mengimplementasikan dalam keseharian. Semoga kita yang sering beradu dijalan mendapat selamat selalu. Juga semoga malaikat Izroil malas untuk menyapa apalagi mengajak 'cangkrukan' kita sebagai pengguna jalan raya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar