Senin, 09 Februari 2015

Definisi

Memberikan arti kepada sebuah konsep, menurut saya, merupakan hal yang pelik. Saat mencari dari sumber standar baku pun sering ada kejanggalan yang muncul. Beberapa definisi dalam KBBI juga belum ada sehingga terkadang mengakibatkan kerancuan pemahaman bertutur.

Beberapa konsep yang agak terkini juga masih sulit untuk diberikan makna. Seperti kata 'game' yang dalam bahasa Indonesia bermakna permainan. Contoh sepak bola adalah olah raga permainan, begitu juga catur disebut sebagai permainan dan masuk cabang olah raga tapi pastinya berbeda dengan permainan bola, beda pula dengan bermain hati mungkin bisa disebut permainan tapi tidak akan ada yang menyebutnya sebagai olah raga. Seperti pula kata lain 'rasa' yang disematkan pada makanan enak, berbeda dengan yang melekat pada hawa dingin, pastinya juga berbeda dengan yang biasa diucap olah para pencinta.

Tapi menurut saya, pemaknaan leksikal tersebut tidaklah terlalu genting, hanya perlu urun rembuk dan kepastian para ahli bahasa dalam menentukan. Ada pemberian makna lain yang menurut saya jauh lebih inti yaitu pemberian arti konsep abstrak kehidupan.

Setiap orang memiliki definisi sendiri terhadap kehidupan. Perbedaan pengartian ini bisa berdasarkan banyak hal dari keyakinan, profesi, pengalaman, pengetahuan, dll.

Ada seorang guru matematika saya dulu yang bisa menjabarkan berbagai rumus persamaan lingkaran, trigonometri, dll lalu menurunkannya kedalam arti kehidupan. Pernah juga berbincang dengan seorang petani yang menuai arti hidup dari proses beliau menanam padi.

Saya sendiri sepertinya sudah memiliki definisi berdasarkan apa yang telah saya alami. Tapi rasanya masih terlalu mentah dan perlu untuk banyak ditelaah. Mungkin juga seiring waktu akan berkembang dan berganti, sesuai dengan jati diri yang memang pasti terus berproses tanpa henti.

Semoga saja kita semua bisa memberi makna yang patut dari pengalaman yang baik, ilmu yang manfaat, serta laku yang apik, dan akhirnya menjadi makna kehidupan diri yang hakiki barokah dari ilahi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar