Kamis, 19 Februari 2015

Sapaan Malaikat Izroil

Sebagai pengendara bermotor saya kerap disapa oleh malaikat Izrail. Beliau menyapa dengan berbagai cara, mulai dari truk-truk bongsor penguasa jalanan, bus-bus yang suka kentut mengaburkan pandangan dan menyesakkan dada, serta berbagai macam sapaan yang lain.

Syukur belum pernah diajak 'cangkrukan' oleh beliau, karena kalau sudah diajak tidak bisa menolak. Itu pun biasanya langsung ditinggal, lalu ditemani oleh malaikat Munkar dan Nakir. Saat bon catatan malaikat roqib banyak yang surplus,  ya bisa santai dan nikmat, tapi kalau pas sebaliknya bisa sengsara.
Selesainya pun juga agak lama, kalau sudah di'semprit' malaikat Isrofil baru bubar.

Minggu kemarin kakak ipar saya mengalami laka dijalan, syukur hanya 'babras' sedikit. Kalau sudah mengalami hal seperti ini mungkin bukan disapa lagi tapi sudah dipanggil-panggil atau 'di-awe' kata orang jawa.

Sapaan malaikat Izrail antara 2012 dan 2014 sering saya dapatkan. Waktu-waktu ini adalah saat saya melanjutkan studi magister di ITS, pula saat saya harus sering pulang ke Jombang karena kewajiban mengabdi setelah menikmati beasiswa pada tahap sarjana saya dulu. Syukur saat-saat intensitas perjalanan tinggi ini saya tidak pernah 'di-awe' oleh malaikat Izroil.

Dalam berkendara saya biasa melisankan bacaan yang biasa diajarkan dulu-dulu, tetapi sebagai mahasiswa yang lama di surabaya saat disapa malaikat Izroil kadang biasa keluar kata lain yang biasa didendangkan oleh penutur  bahasa jawa saat khilaf. Saat itu lalu terasa sesal dan kesal atas ucapan yang keluar.

Sebenarnya sejak dari RA/MI/MTS/Pondok sudah diajari berbagai 'standard operating procedure'  (SOP) bagaimana seharusnya laku dari mulai keluar rumah sampai kembali pulang. SOP ini meliputi laku fisik, lafalan, dan batin. Tapi dasar malas atau apa, SOP yang sudah dipelajari itu sering tidak dilakukan. Padahal kalau dilakukan sesuai standar insyaallah malaikat Izroil akan malas mengajak 'cangkrukan', jangankan mengajak mungkin menyapa saja juga 'aras-arasen'.

Saatnya belajar lagi SOP yang baik dan mengimplementasikan dalam keseharian. Semoga kita yang sering beradu dijalan mendapat selamat selalu. Juga semoga malaikat Izroil malas untuk menyapa apalagi mengajak 'cangkrukan' kita sebagai pengguna jalan raya.

Senin, 09 Februari 2015

Definisi

Memberikan arti kepada sebuah konsep, menurut saya, merupakan hal yang pelik. Saat mencari dari sumber standar baku pun sering ada kejanggalan yang muncul. Beberapa definisi dalam KBBI juga belum ada sehingga terkadang mengakibatkan kerancuan pemahaman bertutur.

Beberapa konsep yang agak terkini juga masih sulit untuk diberikan makna. Seperti kata 'game' yang dalam bahasa Indonesia bermakna permainan. Contoh sepak bola adalah olah raga permainan, begitu juga catur disebut sebagai permainan dan masuk cabang olah raga tapi pastinya berbeda dengan permainan bola, beda pula dengan bermain hati mungkin bisa disebut permainan tapi tidak akan ada yang menyebutnya sebagai olah raga. Seperti pula kata lain 'rasa' yang disematkan pada makanan enak, berbeda dengan yang melekat pada hawa dingin, pastinya juga berbeda dengan yang biasa diucap olah para pencinta.

Tapi menurut saya, pemaknaan leksikal tersebut tidaklah terlalu genting, hanya perlu urun rembuk dan kepastian para ahli bahasa dalam menentukan. Ada pemberian makna lain yang menurut saya jauh lebih inti yaitu pemberian arti konsep abstrak kehidupan.

Setiap orang memiliki definisi sendiri terhadap kehidupan. Perbedaan pengartian ini bisa berdasarkan banyak hal dari keyakinan, profesi, pengalaman, pengetahuan, dll.

Ada seorang guru matematika saya dulu yang bisa menjabarkan berbagai rumus persamaan lingkaran, trigonometri, dll lalu menurunkannya kedalam arti kehidupan. Pernah juga berbincang dengan seorang petani yang menuai arti hidup dari proses beliau menanam padi.

Saya sendiri sepertinya sudah memiliki definisi berdasarkan apa yang telah saya alami. Tapi rasanya masih terlalu mentah dan perlu untuk banyak ditelaah. Mungkin juga seiring waktu akan berkembang dan berganti, sesuai dengan jati diri yang memang pasti terus berproses tanpa henti.

Semoga saja kita semua bisa memberi makna yang patut dari pengalaman yang baik, ilmu yang manfaat, serta laku yang apik, dan akhirnya menjadi makna kehidupan diri yang hakiki barokah dari ilahi.

Jumat, 06 Februari 2015

Inspiration: The Last Lecture

This is a writing about a video from a computer science professor from Carnegie Mellon University US, Randy Pausch. The video is titled 'The Last Lecture: Achieving Your Childhood Dreams', it is an ironic title because at the time the lecture delivered the professor was chronically sick and given a terminal diagnosis that he would only be able to live for a short amount of time. He passed away in 2008 around ten months after he gave the lecture.

Kamis, 05 Februari 2015

Otomatisasi Layanan Online dengan IFTTT


Tulisan ini akan sedikit membahas tentang bagaimana menggunakan layanan yang disediakan IFTTT. Layanan ini memberikan sebuah cara yang memungkinkan penyatuan layanan-layanan daring berdasarkan logika sederhana dengan menyambungkan fitur-fitur yang tersedia.

Saat ini telah tersedia berbagai layanan daring (online service) yang bisa digunakan, seperti media sosial, webapps, blog daring, dll. Untuk mengikuti dan menggunakannya satu persatu dengan intensif tentu hal yang sangat tidak bijak.