Kamis, 18 Desember 2014

Gaya Penulisan Blog

Sudah sekitar tiga minggu saya tidak menulis di web ini, entah karena kesibukan atau apa saya sendiri juga tidak terlalu ingat.

Untuk tulisan ini saya ingin menulis dengan gaya tulisan yang agak berbeda dengan beberapa post yang sebelumnya saya buat. Sekarang saya menulis ini dengan gaya tulisan blog.

Sebenarnya saya sendiri masih rancu dalam memahami apa itu blog, website, personal page, dsb. Tapi di sini saya akan membuat tulisan berdasarkan pemahaman saya sendiri saja.

Untuk penulisan dengan gaya penulisan blog, kita menulis dengan sudut pandang penulis yang mengungkapkan gagasan-gagasannya dengan menggunakan kata-kata dari 'first person'. Penulisan ini juga sangat bergantung terhadap pembuatnya pula. Beberapa penulis yang sudah ahli bisa menyisipkan emoticon dan smilies tapi tulisan yang dibuat masih terlihat sangat profesional. Sedangkan penulis-penulis baru yang menulis dengan gaya resmi terkadang juga masih terlihat sebagai sebuah tulisan yang profesional.

Saya sendiri jarang untuk menuliskan dengan gaya menulis seperti ini, karena terkadang masih canggung antara penulisan gagasan pribadi yang sangat subjektif dengan gagasan yang memiliki bobot objektivitas besar. Karena saya berprofesi sebagai dosen dan peneliti, maka di sini saya lebih sering berkutat dengan tulisan ilmiah.

Dalam artikel-artikel jurnal ilmiah seringkali kita dapati tulisan-tulisan yang menghilangkan sama sekali personalitas penulis. Dari beberapa literatur yang saya baca, hal ini dikarenakan artikel ilmiah adalah sebuah tulisan pemaparan hasil sehingga harus menunjukan apa yang dikerjakan dan menghilangkan pandangan subjektif.

Namun nampaknya ada semacam dorongan dan tren baru dalam penulisan ilmiah saat ini yang menyarankan penulis untuk memberikan unsur personalitas dalam karya tulisnya. Personalitas ini di tuangkan dalam kata-kata seperti - we, us, our - yang menunjukkan bahwa tulisan tersebut dibuat berdasarkan penelitian, gagasan, dan interpretasi penulis.

Argumentasi dari tren ini adalah bahwa tulisan yang menunjukkan personalitas ini memberikan sebuah pemahaman bahwa tulisan ilmiah ini dibuat berdasarkan apa yang terjadi pada seorang penulis, dan harus ada peneliti lain yang memberikan validasi. Hal ini karena semakin banyak artikel ilmiah yang unreproducible (tidak dapat diulang kembali) dan memberikan dampak terhadap penelitian yang dikerjakan berdasarkan artikel tersebut.

Dalam hal ini saya setuju dengan gagasan tersebut, karena ada beberapa hal yang menurut saya penting. Pertama, tulisan yang memasukkan unsur personalitas biasanya memiliki gaya bahasa yang lebih mudah untuk dipahami. Kedua, penggunaan kata ganti penulis dalam suatu artikel untuk saya pribadi memberikan kerangka pemahaman semantik lebih jelas. Ketiga, adanya unsur kepemilikan terhadap artikel yang ditulis tersebut dimana penulis memiliki dan bertanggung jawab terhadap apa yang dikerjakan dan dituliskannya.

Gaya-gaya penulisan ini juga terpengaruh oleh objek yang dibahas, oleh siapa dan tujuannya. Untuk mahasiswa yang akan menulis tugas akhir atau karya tulis, juga perlu mempertimbangkan preferensi dari pembimbingnya sendiri. Untuk tulisan di surat kabar karena berfungsi memberitakan sebuah kejadian maka tidak boleh ada subjektivitas dalam penulisannya. Sedangkan untuk tulisan di blog atau website pribadi tergantung dari kepribadian pemiliknya sendiri.

Apapun gaya yang di pilih mungkin yang bisa saya katakan hanya satu. Terus menulis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar