Jumat, 05 Juni 2015

Perlawanan Sejati

Kehidupan itu selalu dinamis tidak tentu apa yang terjadi esok hari, bisa sama dengan sekarang bisa juga berbeda. Saat ini bisa bergelimang kebaikan tapi besok hari tidak ada yang menjamin bahwa diri tidak akan berkubang dalam kenistaan.

Kehidupan ini dapat diibaratkan sebagai sebuah proses peperangan yang terus menerus. Perang terhadap keburukan dalam diri, dengan musuh nyata hawa nafsu angkara murka. Setiap hari adalah perlawanan dalam peperangan besar kehidupan. Mungkin saat ini kalah tapi tidak menutup kemungkinan besok bisa melawan dengan gegap gempita, pun sebaliknya juga sangat mungkin terjadi.

Saat hari telah berakhir kita dapat melihat apakah perlawanan ini menghasilkan kemenangan ataupun kekalahan. Ketika kemenangan diraih tentu tak lantas jumawa dan lupa daratan karena disitulah terdapat jurang jebakan kesombongan. Pula saat mendapati diri dalam kekalahan tentu tidak lantas berputus asa dalam keterpurukan tapi kita dapat memohon ampunan dan berharap hari esok yang dapat lebih baik.

Karena kehidupan yang tidak menentu ini maka setiap hari dan setiap waktu dianjurkan untuk terus memohon kebaikan. Proses perlawanan sejatinya tidak kita alami sendirian tapi setiap orang yang hidup juga menjalaninya. Saat kita mendapati orang yang berburuk dalam sikap, perlu kita doakan agar dapat memperbaikinya karena sejatinya dia sedang dalam kekalahan melawan syahwat penghasut.

Semoga kita selalu dapat menjalani proses peperangan ini dengan ikhlas dan mendapat kemenangan saat hayat dicabut. Sehingga diri ini dapat menemui penguasa segalanya sebagai pemenang dalam kehidupan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar