Menulis adalah sebuah pengungkapan diri. Menggunakan kata-kata tertulis siapa saja dapat menyusun paragraf untuk menyalurkan pesan mereka. Tulisan adalah alat perang orang-orang terdidik. Perang terhadap kebodohan dan apati.
Melalui tulisan, seseorang dapat menunjukkan pemikiran, keyakinan, dan pandangan mereka. Saat seseorang menyampaikan pemikirannya dia telah menapakkan jejak di alam pemikiran. Apa dampak yang dihasilkan tidak ada yang dapat meramalkan. Tulisannya dapat merubah keyakinan seseorang, memperkuat pandangan, atau mengesahkan pemikiran. Karena dampak-dampak ini seorang penulis handal dapat memberikan sebuah kesan yang mendalam kepada siapa saja.
Gagasan tidak pernah mati, tapi dapat bertransformasi dan berubah. Saat seseorang menulis, ide yang dimilikinya mengkristal. Saat bertransformasi gagasannya dapat di analisa dan didekonstruksi. Saat berubah kita dapat mengamati perbedaannya.
Kita menulis dengan menyulam dan menggabungkan kata dalam kalimat lalu menjadi paragraf. Proses ini bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan. Kita perlu mencari kata yang tepat lalu menghubungkannya menjadi kalimat-kalimat memahamkan yang menyalurkan sebuah gagasan.
Untuk meningkatkan kemampuan dalam menghantarkan gagasan melalui tulisan tidak ada cara lain selain terus menulis. Menulis garis besar lalu mengisinya dengan kalimat, merupakan cara paling mudah dalam menulis.
Untuk pemula tidak mengapa untuk membuat kesalahan. Karena melalui kesalahan-kesalahan ini dia dapat berkembang dan mempelajari cara yang benar dalam melakukan sesuatu. Sehingga untuk menjadi penulis yang ahli, dia harus melakukan banyak kesalahan.
Sabtu, 29 November 2014
Minggu, 23 November 2014
Media Sosial
Dalam lingkungan yang terkoneksi saat ini, media sosial telah menjadi perangkat yang telah menjadi keseharian kita.
Media sosial telah ada sejak lama akan tetapi saat ini mengalami perkembangan sangat pesat dengan berbagai inovasi dalam ranah internet, web, dan jaringan.
Berbagai jejaring sosial seperti MySpace dan Friendster pernah berjaya lalu akhirnya runtuh digantikan dengan Facebook, twitter, Instagram dan berbagai media sosial lainnya dengan berbagai sasaran pengguna dan penggunaan.
Pada dasarnya media sosial digunakan untuk menghubungkan penggunanya dengan membagi atau 'sharing' berbagai kejadian yang mereka alami. Proses 'sharing' ini dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti: tulisan, foto, gambar, link, dll.
Pengguna dapat meneruskan dan mengomentari apa yang di-'sharing' oleh orang lain. Saat penyebaran ini menjadi diketahui secara luas maka dapat menjadi 'viral', istilah yang mengindikasikan bahwa sesuatu telah di ketahui oleh banyak orang dengan hubungan langsung sangat jauh dari pembuat aslinya.
Pengguna media sosial pun beragam dan dengan tujuan yang beragam pula semisal iklan, politik, atau hanya untuk hiburan.
Pengguna yang memiliki minat atau latar belakang yang sama dapat menggunakan media sosial sebagai komunitas online. Komunitas ini memungkinkan penggunanya untuk membagi berbagai macam informasi yang relevan dengan komunitasnya.
Penggunaan media sosial memberikan kesempatan terhadap masyarkat untuk mengungkapan aspirasi dan menciptakan sebuah jaringan informasi kuat tanpa memperhatikan jarak. Hal ini dapat mencipatakan perubahan sosial yang sangat besar. Salah satu contoh yang masih segar di ingatan adalah peristiwa Arab spring yang di awali dan di jembatani media sosial.
Akan tetapi penggunaan media sosial juga tidak luput dari mudarat. Pengguna yang mesih belum memiliki kemampuan mental dan etos kerja yang baik akan mendapat kerugian paling besar karena media sosial dapat mengalihkan perhatian dari hal-hal penting yang seharusnya dikerjakan.
Hujaman berbagai update, tweet, dan pengalih perhatian lainnya dapat memberikan sebuah perasaan senang yang patologis. Hal ini dapat mendorong sesorang dalam tingkah laku yang impulsif tanpa logika. Tanpa saringan mental yang baik siapa saja dapat menghabiskan waktu berjam-jam menggunakan media sosial tanpa makna. Tanpa pengendalian diri penggunaan ini dapat merusak kesehatan karena kurang istirahat, terlalu banyak duduk, dll.
Dengan dampak buruk ini pengguna media sosial perlu berhati-hati dalam menggunakan waktu dalam media sosial. Saat mereka tahu bagaimana dan mengapa menggunakan media sosial, maka mereka dapat memanfaatkan waktu dengan lebih bija.
Beberapa orang bahkan akan mengambil tindakan drastis, memutuskan internet lalu deaktivasi akun mereka. Dengan melakukan hal ini mereka media sosial tidak menjadi masalah bagi mereka.
Akan tetapi tidak semua orang dapat melepaskan media sosial begitu saja. Media sosial telah masuk menembus masyarakat kita sangat dalam. Dengan Melepaskan media sosial maka kita akan kehilangan informasi dari komunitas, dan mengakibatkan kehilangan koneksi yang besar.
Kita dapat meredam efek negatif dari media sosial dengan menetapkan aturan yang jelas dalam mengakses. Menetapkan waktu untuk penggunaan, membuat sistem imbalan dan hukuman, menggunakan perangkat untuk menghalangi akses terhadap media sosial dalam waktu tertentu, dan lain sebagainya.
Dengan menetapkan aturan pribadi ini, kita dapat menggunakan media sosial dengan lebih bijak, mengerjakan hal yang lebih penting untuk mencapai apa yang kita inginkan demi kehidupan yang lebih baik.
Labels:
Social Media,
Thoughts
Rabu, 19 November 2014
Restart
Memulai lagi apa yang dulu telah beberapa kali saya coba lakukan. Akan tetapi kali ini dengan teknik, pola berpikir, dan keadaan yang berbeda.
Sebelum web ini, saya telah memiliki beberapa web yang saya buat dalam berbagai versi dan host di bermacam-macam tempat. Entah sudah berapa banyak yang sudah saya buat, namanya pun saya juga tidak ingat.
Sebelum web ini, saya telah memiliki beberapa web yang saya buat dalam berbagai versi dan host di bermacam-macam tempat. Entah sudah berapa banyak yang sudah saya buat, namanya pun saya juga tidak ingat.
Sekarang saya memulai untuk membuat web pribadi yang ‘bondo’ (dengan modal). Saya membeli domain dan pesan hosting, dengan rupiah yang tidak sedikit (bagi saya). Dengan ini saya mencoba memancing diri saya agar lebih rajin untuk menulis.
Ada pepatah jawa yang mengatakan jer besuki mowo bea (semua keberhasilan membutuhkan biaya). Berdasarkan pepatah tersebut saya menginvestasikan rupiah dalam bentuk website, agar tertarik dan terbiasa menulis.
Saya berharap apa yang saya tuliskan di sini akan memberikan manfaat bagi saya dan yang membaca. Walaupun kemanfaatan yang diperoleh sedikit saja, sudah akan membuat saya senang sekali.
Ada pepatah jawa yang mengatakan jer besuki mowo bea (semua keberhasilan membutuhkan biaya). Berdasarkan pepatah tersebut saya menginvestasikan rupiah dalam bentuk website, agar tertarik dan terbiasa menulis.
Saya berharap apa yang saya tuliskan di sini akan memberikan manfaat bagi saya dan yang membaca. Walaupun kemanfaatan yang diperoleh sedikit saja, sudah akan membuat saya senang sekali.
Langganan:
Komentar (Atom)