Kemarin saya membeli lisensi Windows original. Sebenarnya keinginan untuk membelinya sudah lama akan tetapi karena keterbatasan finansial saya harus menabung agak lama.
Pula pada waktu-waktu sebelumnya saya masih berstatus mahasiswa di ITS Surabaya. Sebagai mahasiswa di kampus tersebut saya mendapatkan lisensi original untuk sistem operasi dan perangkat pengolah dokumen dari microsoft yang dapat saya gunakan dalam masa studi.
Halaman
▼
Senin, 29 Desember 2014
Sabtu, 27 Desember 2014
First Writing from My Tab
This is a writing that I wrote from my android tablet. I installed the WordPress app from the play store a couple of days ago. And I am still fiddling with the features and options in this app.
For a simple writing, I guess this app would be adequate. But for a more elaborate ones this would be troublesome.
One of the main reason is that I can only write with two of my thumbs in this tablet whereas in a PC I can use a full range of my fingers.
The second one is the virtual keyboard on my tab is somewhat good and bad. It is prone to error, but the autocorrect offer a quite good recommendation.
Okay, maybe I'll just finish this up writing with only two thumbs is quite awkward and tiring for this kind of writing.
For a simple writing, I guess this app would be adequate. But for a more elaborate ones this would be troublesome.
One of the main reason is that I can only write with two of my thumbs in this tablet whereas in a PC I can use a full range of my fingers.
The second one is the virtual keyboard on my tab is somewhat good and bad. It is prone to error, but the autocorrect offer a quite good recommendation.
Okay, maybe I'll just finish this up writing with only two thumbs is quite awkward and tiring for this kind of writing.
Rabu, 24 Desember 2014
Passion vs Excellence
What matter the most? passion or excellence?
This is a question that I often ponder when pursuing something, from learning new tools, language, or course.
Some people have been gifted with a dream that they can pursue as an ambition. This can be developed to become a passion and achieve something great in this pursuit.
But not all people have been gifted with this kind of passion. People like me who do not know what I am passionate about just seems to fiddle with many things that of interest.
Some would say that if you do not have passion on something than you should not do it. I think this would be counter-productive for people like me.
I personally think that we should try to excel in anything that we do. And pursuit what is good regardless of passion.
If one have passion on something, that they would want to do nothing else beside it, then that would be awesome.
But for anyone else, I think that we should not pin ourselves with a mindset that we are worthless without passion.
We should just do what we can, with what we have, on anything that of use. And hopefully one day we can have some passion on the things that we excel on, and that this passion would be for the betterment of mankind.
Because the best man would be the one who are beneficial to mankind.
This is a question that I often ponder when pursuing something, from learning new tools, language, or course.
Some people have been gifted with a dream that they can pursue as an ambition. This can be developed to become a passion and achieve something great in this pursuit.
But not all people have been gifted with this kind of passion. People like me who do not know what I am passionate about just seems to fiddle with many things that of interest.
Some would say that if you do not have passion on something than you should not do it. I think this would be counter-productive for people like me.
I personally think that we should try to excel in anything that we do. And pursuit what is good regardless of passion.
If one have passion on something, that they would want to do nothing else beside it, then that would be awesome.
But for anyone else, I think that we should not pin ourselves with a mindset that we are worthless without passion.
We should just do what we can, with what we have, on anything that of use. And hopefully one day we can have some passion on the things that we excel on, and that this passion would be for the betterment of mankind.
Because the best man would be the one who are beneficial to mankind.
Kamis, 18 Desember 2014
Gaya Penulisan Blog
Sudah sekitar tiga minggu saya tidak menulis di web ini, entah karena kesibukan atau apa saya sendiri juga tidak terlalu ingat.
Untuk tulisan ini saya ingin menulis dengan gaya tulisan yang agak berbeda dengan beberapa post yang sebelumnya saya buat. Sekarang saya menulis ini dengan gaya tulisan blog.
Sebenarnya saya sendiri masih rancu dalam memahami apa itu blog, website, personal page, dsb. Tapi di sini saya akan membuat tulisan berdasarkan pemahaman saya sendiri saja.
Untuk penulisan dengan gaya penulisan blog, kita menulis dengan sudut pandang penulis yang mengungkapkan gagasan-gagasannya dengan menggunakan kata-kata dari 'first person'. Penulisan ini juga sangat bergantung terhadap pembuatnya pula. Beberapa penulis yang sudah ahli bisa menyisipkan emoticon dan smilies tapi tulisan yang dibuat masih terlihat sangat profesional. Sedangkan penulis-penulis baru yang menulis dengan gaya resmi terkadang juga masih terlihat sebagai sebuah tulisan yang profesional.
Saya sendiri jarang untuk menuliskan dengan gaya menulis seperti ini, karena terkadang masih canggung antara penulisan gagasan pribadi yang sangat subjektif dengan gagasan yang memiliki bobot objektivitas besar. Karena saya berprofesi sebagai dosen dan peneliti, maka di sini saya lebih sering berkutat dengan tulisan ilmiah.
Dalam artikel-artikel jurnal ilmiah seringkali kita dapati tulisan-tulisan yang menghilangkan sama sekali personalitas penulis. Dari beberapa literatur yang saya baca, hal ini dikarenakan artikel ilmiah adalah sebuah tulisan pemaparan hasil sehingga harus menunjukan apa yang dikerjakan dan menghilangkan pandangan subjektif.
Namun nampaknya ada semacam dorongan dan tren baru dalam penulisan ilmiah saat ini yang menyarankan penulis untuk memberikan unsur personalitas dalam karya tulisnya. Personalitas ini di tuangkan dalam kata-kata seperti - we, us, our - yang menunjukkan bahwa tulisan tersebut dibuat berdasarkan penelitian, gagasan, dan interpretasi penulis.
Untuk tulisan ini saya ingin menulis dengan gaya tulisan yang agak berbeda dengan beberapa post yang sebelumnya saya buat. Sekarang saya menulis ini dengan gaya tulisan blog.
Sebenarnya saya sendiri masih rancu dalam memahami apa itu blog, website, personal page, dsb. Tapi di sini saya akan membuat tulisan berdasarkan pemahaman saya sendiri saja.
Untuk penulisan dengan gaya penulisan blog, kita menulis dengan sudut pandang penulis yang mengungkapkan gagasan-gagasannya dengan menggunakan kata-kata dari 'first person'. Penulisan ini juga sangat bergantung terhadap pembuatnya pula. Beberapa penulis yang sudah ahli bisa menyisipkan emoticon dan smilies tapi tulisan yang dibuat masih terlihat sangat profesional. Sedangkan penulis-penulis baru yang menulis dengan gaya resmi terkadang juga masih terlihat sebagai sebuah tulisan yang profesional.
Saya sendiri jarang untuk menuliskan dengan gaya menulis seperti ini, karena terkadang masih canggung antara penulisan gagasan pribadi yang sangat subjektif dengan gagasan yang memiliki bobot objektivitas besar. Karena saya berprofesi sebagai dosen dan peneliti, maka di sini saya lebih sering berkutat dengan tulisan ilmiah.
Dalam artikel-artikel jurnal ilmiah seringkali kita dapati tulisan-tulisan yang menghilangkan sama sekali personalitas penulis. Dari beberapa literatur yang saya baca, hal ini dikarenakan artikel ilmiah adalah sebuah tulisan pemaparan hasil sehingga harus menunjukan apa yang dikerjakan dan menghilangkan pandangan subjektif.
Namun nampaknya ada semacam dorongan dan tren baru dalam penulisan ilmiah saat ini yang menyarankan penulis untuk memberikan unsur personalitas dalam karya tulisnya. Personalitas ini di tuangkan dalam kata-kata seperti - we, us, our - yang menunjukkan bahwa tulisan tersebut dibuat berdasarkan penelitian, gagasan, dan interpretasi penulis.
Argumentasi dari tren ini adalah bahwa tulisan yang menunjukkan personalitas ini memberikan sebuah pemahaman bahwa tulisan ilmiah ini dibuat berdasarkan apa yang terjadi pada seorang penulis, dan harus ada peneliti lain yang memberikan validasi. Hal ini karena semakin banyak artikel ilmiah yang unreproducible (tidak dapat diulang kembali) dan memberikan dampak terhadap penelitian yang dikerjakan berdasarkan artikel tersebut.
Dalam hal ini saya setuju dengan gagasan tersebut, karena ada beberapa hal yang menurut saya penting. Pertama, tulisan yang memasukkan unsur personalitas biasanya memiliki gaya bahasa yang lebih mudah untuk dipahami. Kedua, penggunaan kata ganti penulis dalam suatu artikel untuk saya pribadi memberikan kerangka pemahaman semantik lebih jelas. Ketiga, adanya unsur kepemilikan terhadap artikel yang ditulis tersebut dimana penulis memiliki dan bertanggung jawab terhadap apa yang dikerjakan dan dituliskannya.
Gaya-gaya penulisan ini juga terpengaruh oleh objek yang dibahas, oleh siapa dan tujuannya. Untuk mahasiswa yang akan menulis tugas akhir atau karya tulis, juga perlu mempertimbangkan preferensi dari pembimbingnya sendiri. Untuk tulisan di surat kabar karena berfungsi memberitakan sebuah kejadian maka tidak boleh ada subjektivitas dalam penulisannya. Sedangkan untuk tulisan di blog atau website pribadi tergantung dari kepribadian pemiliknya sendiri.
Apapun gaya yang di pilih mungkin yang bisa saya katakan hanya satu. Terus menulis.
Dalam hal ini saya setuju dengan gagasan tersebut, karena ada beberapa hal yang menurut saya penting. Pertama, tulisan yang memasukkan unsur personalitas biasanya memiliki gaya bahasa yang lebih mudah untuk dipahami. Kedua, penggunaan kata ganti penulis dalam suatu artikel untuk saya pribadi memberikan kerangka pemahaman semantik lebih jelas. Ketiga, adanya unsur kepemilikan terhadap artikel yang ditulis tersebut dimana penulis memiliki dan bertanggung jawab terhadap apa yang dikerjakan dan dituliskannya.
Gaya-gaya penulisan ini juga terpengaruh oleh objek yang dibahas, oleh siapa dan tujuannya. Untuk mahasiswa yang akan menulis tugas akhir atau karya tulis, juga perlu mempertimbangkan preferensi dari pembimbingnya sendiri. Untuk tulisan di surat kabar karena berfungsi memberitakan sebuah kejadian maka tidak boleh ada subjektivitas dalam penulisannya. Sedangkan untuk tulisan di blog atau website pribadi tergantung dari kepribadian pemiliknya sendiri.
Apapun gaya yang di pilih mungkin yang bisa saya katakan hanya satu. Terus menulis.